PLERET – Dalam upaya memperkuat tata kelola pemerintahan dan mengoptimalkan potensi lokal, Pemerintah Kalurahan Pleret bersama Lembaga Kemasyarakatan Kalurahan (LKK) menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) lintas sektor pada hari Rabu, 17 Juni 2026. Pertemuan strategis yang berlangsung di Aula Kalurahan Pleret ini menjadi wadah penting untuk menyelaraskan program kerja demi kesejahteraan warga.
Rapat koordinasi kali ini dihadiri oleh jajaran pemangku kebijakan Kalurahan Pleret secara lengkap. Tampak hadir Lurah Pleret memimpin jalannya diskusi, didampingi oleh seluruh jajaran Pamong Kalurahan serta Dukuh se-Kalurahan Pleret. Sinergi legislatif dan eksekutif desa juga terlihat kuat dengan hadirnya Ketua Badan Permusyawaratan Kalurahan (BPKal) beserta anggotanya. Selain itu, hadir pula elemen-elemen teknis dan kepemudaan, di antaranya Direktur BUMKal (Badan Usaha Milik Kalurahan), Ketua beserta keanggotaan KDMP (Kawasan Desa Mandiri Pangan), serta Sekretaris Karang Taruna Kalurahan Pleret.
Dalam sambutannya, Lurah Pleret menekankan pentingnya kolaborasi dan komunikasi yang searah antara pemerintah kalurahan, lembaga masyarakat, dan unit usaha agar setiap program pembangunan dapat berjalan tepat sasaran.
Ada empat topik krusial yang menjadi fokus pembahasan utama dalam rakor kali ini:
1. Musyawarah BUMKAL (Badan Usaha Milik Kalurahan)
Agenda ini membahas evaluasi kinerja, proyeksi bisnis, serta penguatan payung hukum unit usaha di bawah pengelolaan BUMKal. Forum sepakat bahwa BUMKal harus menjadi motor penggerak ekonomi warga dengan manajemen yang lebih transparan dan akuntabel.
2. Alokasi Tempat KDMP (Kawasan Desa Mandiri Pangan)
Untuk mendukung ketahanan pangan tingkat lokal, rapat membahas kepastian dan penataan alokasi lahan/tempat bagi program KDMP. Penataan ini penting agar aktivitas produksi, edukasi, dan distribusi pangan di Kalurahan Pleret dapat terpusat dan berjalan lebih produktif.
3. Pengaktifan Kembali PAMSIMAS
Merespons kebutuhan mendasar warga akan akses air bersih, forum memberikan perhatian khusus pada percepatan pengaktifan kembali program PAMSIMAS (Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat). Pemeliharaan jaringan, kepengurusan pengelolaan air, dan skema tarif sosial menjadi poin yang dimatangkan dalam diskusi.
4. Pemaksimalan Kelolaan Obyek Wisata Mlarangan Asri
Obyek Wisata Mlarangan Asri dinilai memiliki potensi besar yang belum sepenuhnya tergali. Dalam rakor ini, disepakati adanya strategi baru untuk memaksimalkan pengelolaannya, mulai dari perbaikan fasilitas, pelibatan aktif karang taruna dalam promosi digital, hingga integrasi paket wisata kuliner dan budaya lokal.
"Kehadiran seluruh elemen, mulai dari Dukuh hingga Karang Taruna, menunjukkan bahwa pembangunan Pleret adalah kerja gotong royong. Empat agenda hari ini adalah kunci kemandirian ekonomi dan sosial kalurahan kita ke depan," ungkap salah satu peserta rapat.
Acara yang berlangsung hangat dan penuh dengan diskusi interaktif ini ditutup dengan penyusunan timeline aksi nyata. Rekomendasi dan hasil kesepakatan dari masing-masing topik pembahasan akan segera ditindaklanjuti dalam bentuk regulasi kalurahan serta kerja lapangan mulai akhir bulan ini.
(i-R)